Jumat, 03 Desember 2010

MSI 790FX-GD70

Oke singkat cerita, beberapa hari (mungkin tepatnya 2 minggu lalu) gw memutuskan untuk menjual system i7 gw yang rewel. Selain karena rewel, gw sudah terlalu bosan mungkin dengan i7 yang bisa dikatakan Almighty untuk keperluan keseharian gw. Selain itu gw ingin berpindah kubu karena gw selalu bersama dengan Intel lebih dari 10 tahun yeah my first PC on 1998 with Intel Pentium MM1998), then Intel pentium III(2001), Then Pentium 4(2003), Pentium M (2004), Core2Duo E4300(2007), core2Duo E8200(2008), Core2Duo E8400(2008), Core i7 920(2009). Walau gw punya AMD juga,(Acer Aspire with Turion X2) tetapi bukan sebagai PC utama dan jarang sekali gw pakai nie laptop.

Yah tepatnya langsung ada yang berminat ambil tu system, memang gw jual dengan harga super miring jadi pantas kalau langsung laku . Dan akhirnya selang 1 hari setelah di bayar, dan gw menjual Samsung STAR(karena ga kepake lagi) gw langsung pesan barangnya ke toko langganan gw.

Yah walau pada tau apa yang terjadi berikutnya, memaksa gw untuk kembali ke Mangga 2 pada hari Sabtunya. Yah namanya barang defect pasti ada saja org yang dapet apes.
Oke kali ini gw ga akan ambil Gigabyte, Biostar, atau ASUS, atau ASRock, tapi kali ini gw ambil MSI. Sebuah brand yang sempat terlupakan dan tenggelam sekitar tahun 2005-2008. Di Tahun 2009 MSI mulai bangkit dari keterpurukannya saat itu melawan brand papan atas seperti Gigabyte dan juga ASUS.
Type yang gw ambil adalah MSI 790FX-GD70. Menggunakan chipset 790FX yang merupakan ajaran paling tinggi diantara chipset AMD yang lain. Untuk Prosessornya, gw memilih mengambil yang tertinggi juga yaitu Phenom II X4 965 BE.Kedua item tersebut gw beli dengan kocek 3,6 juta-an well it’s pretty cheap than buying X58 board with i7 920 processor Tetapi amri kita lihat coba… apakah murahan ini bener-bener murahan atau tidak.
Oke kita langsung saja lihat isinya:
Perlengkapannya Cukup melimpah:
1 x Board 790FX-GD70
2 x Cross Fire Bridge
1 x ATA 100/133 cable
4 x SATA cable(Kenapa cuman dikasih 4 kabel
1 x Floppy cable(lupa namnya ATA berapa gitu
1 x backplate seabreg manual
1 pak M-Connector
Driver Utility
1 x Bracket USB
2 x Molex to Sata Power Converter
Mari kita lihat motherboardnya lebih dekat.
MSI 790FX-GD70 Board

Easy Button untuk melengkapi sebutan Hi-End AMD Board
Di Easy button ini ada beberapa fungsi selain power dan reset tentunya Yaitu Clear CMos(yap selain bisa dengan jumper, bisa juga direset disini). Kemudian di sebelahnya persis ada tombol “Green Power” dimana untuk mengaktifkan teknologi Power Saving.
Di sekujur tubuh motherboard ini dilengkapi dengan LED-LED phase power. Sehingga LED ini
Apabila opsi “Green Power” diaktifkan, maka Phase power hanya akan menyala apabila dibutuhkan saja, hal ini digunakan untuk mengurangi konsumsi daya berlebih.
Perlu digaris bawahi disni, sejauh yang gw tau, AMD tidak memiliki teknologi layaknya intel Prosessor 45nm yang dapat mendisable PWM-nya untuk menghemat energi, dan maka dari itu board ini mengusung teknologi yang di porting dari board-board MSI untuk Intel platform sehingga AMD bisa menggunakan metode yang mirip walau tidak diatur langsung oleh prosessor.
kemudian disamping tombol Green Power terdapat OC Dial Button dimana dapat digunakan untuk melakukan penambahan/pengurangan on the fly langsung ke level hardware, sehingga Overcloking tidak lagi terikat OS karena hanya menggunakan software based yang tidak OS independent. Untuk menaikan FSB, bisa diputar ke kanan dan untuk menurunkan putar ke arah sebaliknya.

Back Panel
Back Panelnya pun cukup memberikan fasilitas lebih 6USB + 2 USB ambahan. tentunya gw masih ingat dengan GA-P55-UD6 dari gigabyte yang memberikan combo USB-eSATA di back panelnya. Board ini juga menyediakannya . Selain itu dukungan untuk 7.1 system suara juga tidak dilupakan. Sound seperti biasa di supply oleh kepiting biru(realtek).

Quad PCI-e For Quadfire Configuration
Ok mari lupakan Nvidia SLI, karena ini platform AMD yang pastinya CrossFireX Ready. Board ini menyediakan sampai 4 buah PCIe untuk konfigurasi multi GPU configuration dari AMD-ATI.

Socket AM3
Motherboard ini mendukung socket terbaru AMD, yaitu AM3. Sebagai catatan AM3 socket tidak bisa dipasangi prosessor AM2/AM2+ tetapi prosessor AM3 bisa dipasang baik di socket AM3 atau di AM2+. dan semenjak menggunakan AM3, berarti board ini menggunakan dual chanel DDR3 Memory.

no Push Pin
Board ini kalau dilihat tidak lagi menggunakan push pin seperti kebanyakan board lainnya, melainkan menggunakan sekrup untuk memasang semua Heatsinknya.
Fasilitas lain yang diberikan oleh board ini adalah M-connector.

M-Connector
Dengan menggunakan M-Connector kita ga perlu repot2 memasang pin-pin connector untuk front panel langsung ke motherboard. Kita cukup pasang di Pin-pin yang disediakan baru setelah semuanya terpasang baru kita colokan ke motheroard. Pin-pin ini juga sudah dilengkapi dengan fool-prof jadi ga mungkin dipasang kebalik.
Sekarang Mari beralih ke Prosessornya, Prosessor yang gw beli adalah AMD Phenom II X4 965 Black Edition dimana memiliki speed 3,4Ghz(3400Mhz) dan memiliki L1-L3 chace. Perbedaan mencolok Phenom II x4 dengan adik termudanya Athlon II X4 adalah Athlon II x4 tidak memiliki L3 chache.
Dan semenjak prosessor ini berlabel BE, so pasti prosessor ini memiliki multiplier yang diunlock. Yang hebatnya dan merupakan perbedaan paling mencolok antara Intel dan AMD adalah versi multiplier unlocked seperti halnya prosessor ini tidak terpaut jauh dengan teman-temannya, yaitu hanya sebesar US$ 200(berbeda dengan Intel yang mematok harga selalu di atas US$999 untuk prosessor jenis unlocked).

Perbandingan Ukuran dengan Intel Core i5

HSF yang disediakan
Kalau mau diakui hanya AMD yang sepanjang sejarah sampai sekarang memberikanHSF standart yang memiliki heatpipe. Tetapi bagaimana performanya? nanti kita lihat

Terpasang di Socket AMD Phenom II x4 965BE rev. C3

mejeng bareng di atas singgasananya
Beberapa screenshoot BIOS:
System pengujian:

AMD System
  • MSI 790FX-GD70
  • AMD Phenom II X4 965 BE – Deneb stock clock
  • Muscle Power DDR3 2GB PC16000 Cl9 2 x 2GB(dual Chanel) 8-8-8-19 stock VDimm
  • MSI GTX260 lighting 1792 MB
  • Thermalright COGAGE Arrow with Noctua NF-P14 FLX fan (mounted with Thermalright BTK for Venomous X/Ultra Series/HR series & Ultima 90)
  • Corsair HX850 Power Supply Unit
  • HDD : WDC WD1001FALS (WDC 1TB Black)
  • Pioneer BDC-S20BK
  • Windows 7 64Bit
  • Nvidia driver 195.62
Pembanding:
  • Biostar TPower X58
  • Intel Core i7 920 Stock Clock 2.66Ghz + HT on
  • Muscle Power DDR3 2GB PC16000 Cl9 3 x 2GB(triple Chanel) 8-8-8-19 stock VDimm
  • MSI GTX260 lighting 1792 MB
  • Thermalright COGAGE Arrow with Noctua NF-P14 FLX fan
  • Corsair HX850 Power Supply Unit
  • HDD : WDC WD1001FALS (WDC 1TB Black)
  • Pioneer BDC-S20BK
  • Windows 7 64Bit
  • Nvidia driver 195.62
Other:
Other HDD : WDC WD1001FALS,WDC WD3200AAJS, WDC WD6400AAKS
ONKYO SE 200LTD
Gw cuma mencoba membandingkan saat sama-sama stock saja, cuma sebagai gambaran untuk para orang-orang yang selalu bertanya Intel vs AMD di forum-forum :p .
Intel core i7 920 Default Status
Intel core i7 920 Default Status
AMD Phenom II X4 965 BE Default
AMD Phenom II X4 965 BE Default
Inilah hasilnya…:
http://my.rizkhey.net/files/2989def_vs_def.gif
Test Perbandingan dan benchmark Phenom II x4 dan Intel core i7
Gw ga tau apakah benchamrk ini benar atau tidak, atau mungkin TPower gw sudah terlalu defect atau gimana, karena banyak sekali titik dimana i7 920 berhasil disamai dengan AMD Phenom II x4. Untuk Power Consumsion gw menggunakan Power Chute software bawaan UPS APC gw. Tidak berarti Mutlak, tetapi hanya sebagai gambaran saja. Gw mencoba menggunakan konfigaris yang sama persis, memory, HDD, susunan HDD, partisi dan juga ODD dan VGA bahkan dari DVD installer Windows yang sama :p
Memang perlu diakui bahwa Dragon Platform bukanlah platform main-main. Dengan harga yang kurang lebih relatif 50% lebih murah dari platform i7 920, Gw bisa dapet performa yang kurang lebih mirip-mirip.
Beberapa kesan-kesan gw dengan AMD Phenom II x4 ini adalah:
  1. Cheap but powerfull(same with ATi series… walau ga yang nomor satu, tapi cukup mendominasi)
  2. Memang pada beberapa sisi, gw merasakan Phenom II x4 ini dalam response-nya kurang spontan dibanding i7(tentunya ada harga ada rupa :P ).
  3. AMD Phenom II x4 ini cukup untuk menemani gw bermain game di resolusi killer 1920×1200 karena masih mendapat rata-rata FPS >40 FPS (kecuali Crysis :P )
  4. Gw paham kenapa orang-orang pada bilang : “AMD selama menggunakan HSF stock sih ga akan kenceng”… Karena gw menggunakan HSF after market(COGAGE Arrow) sehingga gw ga tau suhu aslinya berapa. tetapi setelah gw masukin casing dan melihat suhunya, yang ada gw cuman kaget melihatnya :p
    Burn Stock Cooling Stock Clock
    Burn Stock Cooling Stock Clock
  5. Heatsink bawaannya apabila sedang berputar kencang cukup berisik :(
Sedangkan untuk Motherboardnya adalah:
  1. M-Connector buat gampang masang front panel
  2. 4+1 Phase , PWM sudah ikut terselubungi dengan Heatsink.
  3. Easy button terutama OC Dial dan Green Power button sangat berguna untuk melepas ketergantungan OS karena software dalam melakukan on the fly Overclocking dan pengaktifan green mode.
  4. Debug LED disediakan walau letaknya kurang bener menurut gw(kalo pake kombinasi CF, ga bisa diliat nie Debug LED)
  5. Phase LED untuk mengindikasikan jumlah Phase power yang menyala/aktif.
  6. Save config BIOS kenapa ga bisa dikasih nama yah??? (munis deh ini)
  7. Keterangan di Board untuk colokan-colokannya ga umum jadi harus liat manual terlebih dahulu
  8. Manual biar tebel gw pikir isinya lengkap tetapi kebanyakan bahasanya saja, untuk manualnya sendiri kurang memuaskan menurut gw.
  9. Colokan SATA ada 8 cuman dikasih kabel SATA 4 Biji :(

Daleman kesing gw jadi sepi skrg, + lebih rapi
Akhir kata, AMD still the winner apabila kocek terbatas karena lebih mementingkan price & performance. Tapi kembali… nie Board ngasih PCIe buat VGA sampe 4 biji juga kurang berguna… soalnya siapa sih yang mao nge-baottleneckin 4 biji HD48xx ++ series dengan hanya sebuah prosessor Phenom II x4??? yang bahkan dengan i7 920 di Overclock up to 4,5 Ghz aja masih dibilang bottleneck

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites